Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Cara mudah memilih jenis usaha

Sudah banyak artikel yang membahas mengenai jenis-jenis usaha, tips dan trik memulai usaha baru, namun belum satupun ide yang muncul di kepala Anda jenis usaha apakah yang paling cocok dengan Anda saat ini. Keinginan sudah bulat, modal bukan lagui suatu kendala. Snagat disayangkan jika modal awal yang sudah Anda miliki tersebut tidak segera diwujudkan dalam bentuk usha/bisnis riil. Tidak perlu khawatir, berikut ini saya coba bahas beberapa tips yang mungkin dapat dijadikan panduan untuk segera mewujudkan cita-cita Anda memiliki usaha sendiri. Anda berminat, baca artikel ini selanjutnya :

Hobi sebagai sumber profit

Sebagian besar orang meiliki kegemaran atau istilah bekennya hobi, dari yang dijalankan sekedar iseng sampai yang ditekuni secara serius. Apa hobi Anda? Dan Anda termasuk jenis orang yang seperti apa, hobi hanya sekedar untuk mengisi waktu dan lebih cenderung menguras isi kantong Anda atau sebaliknya? Jika ya sudah saatnya untuk merubah kegiatan tersebut sebagai peluang usaha. Untuk segmen pasarnya lebih jelas dan fokus, yakni orang-orang yang sehobi dnegan Anda. Mulai lah dari hal-hal yang ringan, semakin lama kembangkan usaha tersebut bahkan jika mungkin menjadi “ahli” dalam bidang tersebut.

Pada umumnya orang melakukan kegiatan yang digemarinya dengan perasaan senang, sama sekali tidak ada beban. Coba bayangkan bagaimana nikmatnya menjalankan bisnis Anda dengan perasaan yang sama. Tidak sedikit wirausahawan sukses yang berhasil berangkat dari hobi, ya hobi yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dan serius bukan tidak mungkin dapat menjadi sumber penghasilan.

Profesi awal sebagai pembuka jalan

Pengalaman seseorang menekuni suatu pekerjaan tidak akan pernah menjadi suatu hal yang sia-sia. Rentang waktu sekian lama serta kemauan untnuk belajar dapat menjadikan seseorang terampil dan ahli di bidang tersebut. Disamping hal tersebut, selama Anda menjalankan pekerjaan tersebut, tentu saja Anda berhubungan dengan banyak pihak yang berkaitan dengan pekerjaan yang Anda tekuni tersebut, secara tidak langsung Anda menjalin relasi dan memiliki refrensi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan tersebut.

Hal-hal tersebut dapat dijadikan modal Anda untuk memulai bisnis sendiri. Dengan kemauan yang kuat, sebagian penghasilan yang kita peroleh selama bekerja pada puhak lain dapat dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya dapat dijadikan modal Anda mendirikan suatu usaha, meskipun belum sepenuhnya mencukupi. Secara perlahan namun pasti Anda dapat mengembangkan usaha tersebut sesuai kemauan Anda.

Waralaba yang serba komplit

Anda menikmati pekerjaan yang Anda tekuni sekarang, namun demikian ada dana lebih yang Anda ingin manfaatkan menjadi aktif income. Dan saat ini Anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus bisnis baru. Salah satu cara cepat dan memilih jenis usaha yang memiliki tingkat risiko rendah, pilihlah jenis bisnis yang diwaralabakan.
Pebisnis tidak akan menemui kerepotan dalam berpromosi karena pebisnis menyerahkan kepada pihak yang ahli di bidang ini. Selain itu, pihak franchisor akan memberi pelatihan tentang konsep, sistem dan strategi usaha. Termasuk juga teknik usaha yang diwaralabakan. Sebelum memutuskan mengambil bisnis waralaba, Anda perlu memperhatikan sistem kerja samanya. Biasanva hubungan antara pebisnis dengan pemberi waralaba akan saling membagi hasil. Sehingga pendapatan dari pebisnis tidak mutlak miliknya. Akan tetapi harus dibagi kepada pemberi waralaba. Tentunya dengan proporsi yang telah ditentukan sebelumnya.

Tips Menentukan alternatif pilihan bisnis

Setelah membaca uraian di atas ternyata hobi dan kompetensi Anda belum juga dianggap sebagai peluang bisnis, Anda membutuhkan masukan ide-ide jenis usaha lainnya. Untuk mendapat ide-ide tersebut maka Anda perlu menyimak dan mencermati beberapa hal berikut ini.

Cita-cita

Salah satu cara memunculkan ide kegiatan bisnis dapat Anda peroleh dari keinginan atau cita-cita pribadi. Berbekal kemauan yang keras untuk menjadi seorang pebisnis, Anda akan melihat segala peluang yang terbuka. Cita-cita merupakan dorongan yang kuat yang dapat melahirkan sesosok pebisnis andal. Selain itu, cita-cita yang dimiliki dapat diumpamakan tombol power. Jika tombol tersebut diaktifkan maka segala peluang dapat timbul secara cepat di otak Anda.

Underpressure

Kadang kala ide timbul pada saat seseorang dalam keadaan tertekan. Ide tentang jenis usaha pun dapat ditimbulkan karena posisi terpojok oleh suatu keadaan. Seorang kepala keluarga akan berusaha mencari ide untuk mendapatkan penghasilan agar keluarganya dapat terus lestari dan hidup makmur. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan pendapatan dari suami berpikir untuk mencari tambahan. Dari ketertekanan tersebut akan timbul ide untuk menjalankan bisnis tertentu. Tentunya usaha yang menambah penghasilan keluarga.

Pengembangan produk yang sudah ada

Menciptakan produk baru berdasarkan pengembangan dari produk yang sudah ada merupakan ide bagus untuk dijadikan sebagai lahan bisnis. Dengan karakteristik seperti itu produk Anda akan menjadi incaran para konsumen. Karena secara otomatis produk yang Anda hasilkan merupakan “perbaikan serta pengembangan” dari produk sebelumnya. Anda akan mendapat penghasilan yang berlimpah. Sebab, perusahaan Anda merupakan leader dalam produk tersebut. Namun, jangan terlena dengan kondisi tersebut. Para pesaing bersiap mengekor kesuksesan Anda dengan meniru produk laris tersebut. Sebelum terjadi hal seperti itu maka Anda perlu melakukan tindakan antisipasi. Di mana antispiasi tersebut terkait dengan perlindungan hukum agar karya Anda tidak bisa ditiru seenaknya.

Prospek pasar

Melihat suatu gaya hidup yang sedang menggejala dapat pula dijadikan sebagai ide bisnis. Dengan begitu usaha bisnis Anda akan banyak menarik minat pembeli, sebab produk yang Anda tawarkan merupakan sesuatu yang sedang diminati. Misalnya, saat ini pengguna telepon genggam sangat banyak jumlah, mulai dari anak usia sekolah dasar hingga orang tua. Permintaan akan pulsa sangat tinggi. Dengan demikian berbisnis pulsa pun dapat dijadikan sebagai alternatif berbisnis. Setelah itu carilah tempat yang strategis untuk memulai bisnis tersebut.

Setelah Anda membaca artikel di atas, mudah-mudahan Anda mendapat gambaran serta dapat memperkirakan jenis usaha apa yang paling cocok dengan kondisi Anda saat ini.


Baca Seterusnya »»  

Kunci Sukses Francise Makanan Tradisional

Tak perlu heran melihat restoran soto kudus, restoran masakan padang, kedai bakso malang, bahkan gerai donat, dan sate jamur dengan nama usaha yang sama, tersebar di beberapa tempat di satu kota, bahkan di berbagai belahan dunia lainnya. Bisa jadi, cabang-cabang restoran dan gerai makanan itu dibuka sendiri oleh si pemilik usaha.

Lalu, kapan perjanjian kerjasama waralaba dianggap batal? Menurut Zizi, bila salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya. Namun, bisa jadi ada kelonggaran dari pihak terwaralaba untuk hal-hal tertentu. Jadi, baca dengan teliti surat perjanjian kerjasama.
Soal pemilihan jenis makanan untuk waralaba, tergantung selera dan kemampuan. Sebagian pewaralaba lebih menyukai masakan alias makanan "berat", sebagian yang lain memilih snack. "Lihat juga modal dan kemampuan. Jika modalnya kecil, lebih baik memilih makanan ringan."

CIRI TERWARALABA YANG BAGUS
  • Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
  • Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
  • Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
  • Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.
  • Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
  • Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.
  • Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.

Baca Seterusnya »»  

Budidaya Kelinci

Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di asaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

PERSYARATAN LOKASI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan,suara bising dan terlindung dari predator.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungiternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya,kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup
untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
1) Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2) Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3) Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan
ternak yang cocok dipelihara.
1) Pemilihan bibit dan calon induk Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
2) Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
3) Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
4) Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore
hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
5) Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang
beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
2) Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
3) Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat
menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
4) Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.

Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5) Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
dibersihkan dengan kreolin/lysol.

HAMA DAN PENYAKIT
1) Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
2) Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
Pengendalian: dengan antibiotik salep.
3) Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
4) Penyakit telinga
Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
5) Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dengan bubuk belerang.
6) Penyakit mata
Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus.
Pengendalian: dengan salep mata.
7) Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting
mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
8) Pilek
Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
9) Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan
telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
10) Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11) Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing.Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

PANEN

Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu

Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk

Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.


PASCAPANEN
Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .
Pemotongan dapat dengan 3 cara:

1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.
2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.
3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.

Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.

Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.

Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.
Baca Seterusnya »»  

Budi Daya Jamur Tiram

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, selain Jenis jamur lainnya seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Namun sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya berbentuk keripik jamur tiram dan bentuk lain. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol

Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri). Negara-negara yang telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai agrobisnis andalan dan unggulan adalah Cina, belanda, Spanyol, Prancis, Belgia dan Thailand. Negara-negara tersebut trermasuk produsen jamur terbesar di dunia.

Jika anda tertarik menekuni usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang harus dipenuhi adalah menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog(kantong untuk media jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain selain jamur tiram, hal ini disebabkan proses sterilisasi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak kondusif.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak ingin repot menyemai benih, anda bisa membeli baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.
Persiapan Budidaya Jamur Tiram

Bangunan/Ruangan Budidaya Jamur Tiram

Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalm rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:

1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.

2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).

3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.

4.Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.
Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.
Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir

3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.

7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi

8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.
Baca Seterusnya »»  

Bertanam Singkong dan Manfaatnya

Siapapun pasti akan kenal dengan tanaman ini. Namun, meskipun begitu pamornya begitu rendah. Mungkin saja karena Ubi Kayu (singkong) atau Manihot esculenta ini terlalu dekat dengan para penanamnya yang memang bertaraf sejajar dengan mereka yang dikatakan tak mampu.

Itu hanya ungkapan salah seorang teman yang waktu itu saya ajak bicara di teras rumahnya. Meskipun begitu anggapannya, rupanya tanaman ini pada saat ini mampu mengahasilkan uang yang begitu lumayan. Bisa kita lihat dari produk-produk inovatif yang dijajakan di pasaran saat ini. Dari yang namanya singkong keju sampai spaghetti singkong. Yah, itu tergantung para pengelola dalam membidik pasarnya.

Sejarahnya, tanaman ini sudah begitu banyak menyelamatkan para pendahulu kita yang waktu itu begitu kesusahan akan makanan meskipun saat ini mungkin masih ada juga. Pada beberapa tempat tanaman ini dapat diolah dan akhirnya menjadi makanan pokok dalam kesehariannya. Sebut saja makanan yang bernama “tiwul”.

Mengingat saat ini peluang pasar yang begitu tinggi, apalagi mereka para pengusaha yang begitu inovatif dan kreatif maka tidak ada salahnya kita belajar bagaimana cara budidaya tanaman singkong ini.

Syarat Tumbuh

Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian antara 10-700m dpl. Tanah yang sesuai adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak liat juga tidak poros. Selain itu kaya akan unsure hara. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah alluvial, latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol. Sementara itu pH yang dibutuhkan antara 4,5-8, dan untuk pH idealnya adalah 5,8.
Curah hujan yang yang diperlukan antara 1.500 – 2500 mm/tahun. Kelembaban udara optimal untuuk tanaman antara 60%-65%. Suhu udara minimal 10’C. Kebutuhan akan sinar matahari sekitar 10 jam tiap hari. Hidup tanpa naungan.

Persiapan bibit
Ubu kayu paling mudah untuk diperbanyak. Cara yang lazim digunakan adalah perbanyakan dengan cara setek batang dari batang panenan sebelumnya. Setek yang baik diambil dari batang bagian tengah tanaman agar matanya tidak terlalu tua maupun tidak terlalu tua. Batang yang baik berdiameter 2-3 cm. Pemotongan batang stek dapat dilakukan dengan menggunakan pisau atau sabit yang tajam dan steril. Jangan memakai gergaji untuk memotongnya karena gesekan gergaji akan menimbulkan panas yang akan merusak bagian pangkal dari batang. Potongan batang untuk setek yang baik adala 3-4 ruas mata atau 15-20 cm. Bagian bawah dari batang stek dipotong miring dengan maksud untuk menambah dan memperluas daerah perakaran.

Persiapan lahan

Untuk menanam ubi kayu (singkong) ini tidak begitu sulit. Untuk daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi ataupun terlalu banyak air, penanaman dilakukan dalam sebuah guludan atau bedeng. Selain itu, dengan menggunakan guludan memudahkan kita dalam pemanenan.

Untuk daerah yang mempunyai curah hujan sedikit atau kering, penanaman tidak perlu dilakukan dengan membuat guludan. Penanaman dapat dilakukan pada tanah yang rata. Tanah di cangkul dan di remahkan kemudian diratakan dan pengguludan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan setelah tanam. Pada saat perataan dapat pula disebarkan pupuk kandang atau kompos untuk penambahan unsure hara. Pengolahan tanah yang sempurna diikuti dengan pembuatan guludan yang dibuat searah dengan kontur tanah sebagai upaya pengendalian erosi. Selain itu dengan pembuatan guludan juga dapat memaksimalkan hasil dibandingkan dengan system tanpa olah tanah setelah tanam.

Penanaman.

Waktu penanaman yang baik dilakukan pada awal musim kering atau kemarau dengan maksud untuk hasil penanaman dapat dipanen pada awal musim hujan.
Batang yang telah dipotong tadi kemudian ditanamkan dalam tanah. Jangan sampai terbalik, tanda yang dapat kita lihat dari arah mata dari tiap ruas batang yang disetek. Arah mata menuju ke atas dibawahnya bekas tangkai daun.

Batang setek di tanam agak miring dengan kedalaman 8-12 cm. Pada lahan tanaman yang subur dapat digunakan populasi tanaman 10.000 batang/ha dan untuk lahan yang kurang begitu subur dapat digunakan populasi 14.500 batang/ha. Jarak tanam dengan system monokultur adalah 100 x 50 cm. Untuk system tumpang sari, penanaman dapat menyesuaikan dengan lahan dan tanaman lainnya.

Pemeliharaan

Tanaman ini termasuk tanaman yang dapat mandiri sehingga, tanaman ini menjadi mudah dalam pemeliharaanya.
Penyulaman dapat kita lakukan 2-3 minggu setelah tanam. Bibit penyulaman seharusnya sudah disediakan ketika pengadaan bibit tanaman yang dapat pula ditanam pada pinggir lahan pertanaman. Hal ini untuk membuat tanaman ini seragam dalam pemanennya.

Agar tanaman dapat tumbuh baik dan optimal dilakukan dengan pengurangan mata tunas saat awal tunas itu muncul atau 1-1,5 bulan setelah tanam. Sisakan maksimal 2 tunas yang paling baik dan sehat dalam satu tanaman.

Penyiangan dilakukan pada umur 2-3 bulan setelah tanam dan menjelang panen. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemanenan serta mencegah kehilangan hasil panen selain mengendalikan populasi gulma yang tumbuh. Selain itu saat penyiangan dilakukan dengan membumbuni batang tanaman sehingga dapat menjadi guludan.

Hama dan penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman ini biasanya adalah hama tungau merah (Tetranus urticae) dan serangan bakteri layu (Xanthomonas campestis) serta penyakit Hawar Daun (Cassava Bacterial Bligh / CBB)

Panen.

Kriteria ubi kayu yang optimal adalah pada saaat kadar pati optimal. Yakni ketika tanaman itu berumur 6-9 bulan apabila untuk konsumsi. Untuk pembuatan produk seperti tepung sebaiknya ubi kayu dipanen pada umur lebih dari 10 bulan, dan itu juga tergantung akan varietas yang ditanam. Ciri saat panen adalah warna daun menguning dan banya yang rontok.

Cara pemanenan dilakukan dengan membuat atau memangkas batang ubi kayu terlebih dahulu dengan tetap meninggalkan batang sekitar 15 cm untuk mempermudah pencabutan. Batang dicabut dengan tangan atau alat pengungkit dari batang kayu atau linggis. Hindari pemakaian cangkul, karena permukaannya yang lebar yang tanpa disadari dapat memotong ubi.

Umbi yang baik setelah panen hanya berumu 1-3 hari tergantung penyimpanan. Setelah itu umbi sudah melakukan banyak perombakan kalori. Bahkan, kadang umbi berwarna kebiruan apabila kandungan HCNnya tinggi. Dan munculnya warna ini sangat mempengaruhi kualitas tepung.

Varietas Ubi Kayu

Bada Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Pusat Penelitian Pengembangan pertanian telah melepas beberapa varietas unggul ubi kayu.
1. Adira 1, umur panen 215 hari dengan produksi mencapai 22 ton/ha. Tahan layu dan tungau merah.
2. Adira 2, umur panen 250 hari dengan produksi mencapai 21 ton/ha. Tahan layu dan tungau merah.
3. Adira 4, umur panen 240 hari dengan produksi mencapai 35 ton/ha. Tahan layu
4. Malang 1, umur panen 270 hari dengan produksi mencapai 37 ton/ha. Tahan tungau merah dan bercak coklat merah.
5. Malang 2, umur panen 240 hari dengan produksi mencapai 32 ton/ha. Tahan tungau merah dan bercak coklat merah daun.
6. UJ 3, umur 8-10 bulan dengan produksi 20-35 ton/ha
7. UJ 5, umur 9-10 bulan dengan produksi 20-38 ton/ha
8. Malang 4, umur 9 bulan dan produksi 40 ton/ha
9. Malang 6, umur 9 bulan dan produksi 37 ton/ha

Manfaat

1. Reumatik
a. Bahan: 5 lembar daun ubi kayu, 1/4 sendok kapur sirih.
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/bobok pada
bagian yang sakit.

b. Bahan: 1 potong batang ubi kayu.
Cara membuat : direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal 4 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

2. Demam
a. Bahan: 1 potong batang daun ubi kayu.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

b. Bahan: 3 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.

3. Sakit Kepala
Bahan: 3 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.

4. Diare
Bahan: 7 lembar daun ubi kayu.
Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 2 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Bila anak
yang masih menyusui yang kena diare, ibunya yang meminum.

5. Mengusir cacing perut
Bahan: kulit batang ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur malam.

6. Mata sering kabur
Bahan: daun ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih
secukupnya.
Cara menggunakan: dimakan bersama nasi setiap hari.

7. Menambah nafsu makan
Bahan: daun ubi kayu secukupnya.
Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih
secukupnya.
Cara menggunakan: dimakan bersama nasi dan sambal tomat.

8. Luka bernanah
a. Bahan: batang daun ubi kayu yang masih muda.
Cara membuat: ditumbuk halus.

b. Bahan: 1 potong buah ubi kayu.
Cara membuat: diparut.
Cara menggunakan: dibobokan pada bagian tubuh yang luka

9. Luka baru kena barang panas (mis. knalpot)
Bahan: 1 potong buah ubi kayu.
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya, dan
dibiarkan beberapa saat sampai tepung (patinya = jawa) mengendap.
Cara menggunakan: tepung (pati) dioleskan pada bagian tubuh yang
luka.

Demikian sekilas tentang budidaya singkong atau Ubi kayu serta manfaat yang terkandung didalamnya.
Baca Seterusnya »»  

Budidaya Ikan Patin

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini. Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba. Penangkaran ikan patin banyak terdapat di Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan.

Klasifikasi ikan patin adalah sebagai berikut :
Ordo : Ostarioplaysi.
Subordo : Siluriodea.
Famili : Pangasidae.
Genus : Pangasius.
Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.

Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak, diantaranya :
  • Pangasius polyuranodo (ikan juaro)
  • Pangasius macronema
  • Pangasius micronemus
  • Pangasius nasutus
  • Pangasius nieuwenhuisii
Manfaat :
  • Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
  • Sebagai ikan hias.
Persyaratan Lokasi
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Apabila pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.
  • Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlalu keruhdan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).
  • Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 26–28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
  • Keasaman air berkisar antara: 6,5–7.
Pedoman Teknis Budidaya.
Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan, secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu pembenihan dan pembesaran. Kedua jenis kegiatan ini umumnya belum populer dilakukan oleh masyarakat, karena umumnya masih mengandalkan kegiatan penangkapan di alam (sungai, situ, waduk, dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan akan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih selepas masa pendederan. Benih ikan patin dapat diperoleh dari hasil tangkapan di perairan umum. Biasanya menjelang musim kemarau pada pagi hari dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Benih dapat juga dibeli dari Balai Pemeliharaan Air Tawar di Jawa Barat. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah, dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera diganti dengan air bersih, dan usahakan terhindar dari sengatan matahari. Sebelum benih ditebar, dipelihara dulu dalam jaring selama 1 bulan, selanjutnya dipindahkan ke dalam hampang yang sudah disiapkan. Secara garis besar usaha pembenihan ikan patin meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  • Pemilihan calon induk siap pijah.
  • Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan mas.
  • Kawin suntik (induce breeding).
  • Pengurutan (striping).
  • Penetasan telur.
  • Perawatan larva.
  • Pendederan.
  • Pemanenan.
Pada usaha budidaya yang semakin berkembang, tempat pembenihan dan pembesaran sering kali dipisahkan dengan jarak yang agak jauh. Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus agar benih selamat. Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik maupun kimia air, terutama menyangkut oksigen terlarut, NH3, CO2 , pH, dan suhu air.

Penyiapan Sarana dan Peralatan
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

1. Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

2. Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m 2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

3. Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan. 

Pembibitan

1. Menyiapkan Bibit
Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolam sejak kecil atau hasil tangkapan dialam ketika musim pemijahan tiba. Induk yang ideal adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang benar-benar berkualitas baik.

2. Perlakuan dan Perawatan Bibit
Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein. Upaya untuk memperoleh induk matang telur yang pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad. Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :

Induk betina
  • Umur tiga tahun.
  • Ukuran 1,5–2 kg.
  • Perut membesar ke arah anus.
  • Perut terasa empuk dan halus bila di raba.
  • Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
  • Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
  • Kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya seragam.
Induk jantan
  • Umur dua tahun.
  • Ukuran 1,5–2 kg.
  • Kulit perut lembek dan tipis.
  • Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.
  • Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk. Pembesaran ikan patin dapat dilakukan di kolam, di jala apung, melalui sistem pen dan dalam karamba.
  • Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem monokultur maupun polikultur.
  • Pada pembesaran ikan patin di jala apung, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: lokasi pemeliharaan, bagaimana cara menggunakan jala apung, bagaimana kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses pembesarannya.
  • Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan lokasi, kualitas air, bagaimana penerapan sistem tersebut, penebaran benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.
  • Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah: pemilihan lokasi, penebaran benih, pemberian pakan tambahan, pengontrolan dan pemanenan. Hampang dapat terbuat dari jaring, karet, bambu atau ram kawat yang dilengkapi dengan tiang atau tunggak yang ditancapkan ke dasar perairan. Lokasi yang cocok untuk pemasangan hampang : kedalaman air ± 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar dan dasarnya sedikit berlumpur. Terhindar dari gelombang dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untuk membantu mengencangkan jaring. Jarak antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1 m.
Pemeliharaan Pembesaran

1. Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m 2

2. Pemberian Pakan
Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (smpel).

3. Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk perangsang nafsu makannya.

Hama dan Penyakit

Hama
Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Hama serupa juga terdapat pada usaha pembesaran patin sistem hampang (pen) dan karamba. Karamba yang ditanam di dasar perairan relatif aman dari serangan hama. Pada pembesaran ikan patin di jala apung (sistem sangkar ada hama berupa ikan buntal (Tetraodon sp.) yang merusak jala dan memangsa ikan. Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang, dan seluang (Rasbora). Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Untuk menghindari serangan hama pada pembesaran di jala apung (rakit) sebaiknya ditempatkan jauh dari pantai. Biasanya pinggiran waduk atau danau merupakan markas tempat bersarangnya hama, karena itu sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar lokasi dibersihkan secara rutin. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Lepto-tilus javanicus), pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis), blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas wadah budi daya dengan lembararan jaring dan memasang kantong jaring tambahan di luar kantong jaring budi daya. Mata jaring dari kantong jaring bagian luar ini dibuat lebih besar. Cara ini berfungsi ganda, selain burung tidak dapat masuk, ikan patin juga tidak akan berlompatan keluar.

Penyakit
Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.

Penyakit akibat infeksi Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.

Penyakit parasit
Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% (satu gram metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.

Penyakit jamur
Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan patin. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai tiga hari berturut- turut.

Penyakit bakteri
Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip. Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas sp. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain :

1. Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit,
2. Merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam, atau
3. merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. 

Penyakit non-infeksi
Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi.Keracunan disebabkan oleh banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran lingkungan perairan. Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. - Ikan akan lemah, berenang megap-megap dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati. Pada kasus kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal.
  • Kendala yang sering dihadapi adalah serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) mengakibatkan banyak benih mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan.
  • Penyakit ini dapat membunuh ikan dalam waktu singkat.
  • Organisme ini menempel pada tubuh ikan secara bergerombol sampai ratusan jumlahnya sehingga akan terlihat seperti bintik-bintik putih.
  • Tempat yang disukai adalah di bawah selaput lendir sekaligus merusak selaput lendir tersebut.
Panen

Penangkapan
Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari.

Pembersihan
Ikan patin yang dipelihara dalam hampang dapat dipanen setelah 6 bulan. Untuk melihat hasil yang diperoleh, dari benih yang ditebarkan pada waktu awal dengan berat 8-12 gram/ekor, setelah 6 bulan dapat mencapai 600-700 gram/ekor. Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan menggunakan jala sebanyak 2-3 buah dan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 2-3 orang. Ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.

Pascapanen
Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:

1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain :
  • Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
  • Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
  • Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
  • Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut :
  • Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
  • Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
  • Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.

2. Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram.

Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
  • 1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
  • 2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
  • 3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:1);
  • 4. kantong plastik lalu diikat.
  • 5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:
  • Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
  • Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
  • Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
  • Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
  • * Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya. Pengemasan benih harus dapat menjamin keselamatan benih selama pengangkutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan benih ikan patin yaitu :
  • Sediakan kantong plastik sesuai kebutuhan. Setiap kantong dibuat rangkap untuk menghindari kebocoran. Sediakan karet gelang untuk simpul sederhana. Masing-masing kantong diisi air sumur yang telah diaerasi selama 24 jam.
  • Benih ikan yang telah dipuasakan selama 18 jam ditangkap dengan serokan halus kemudian dimasukan kedalam kantong plastik tadi.
  • Satu persatu kantong diisi dengan oksigen murni (perbandingan air:oksigen = 1:2). Setelah itu segera diikat dengan karet gelang rangkap.
  • Kantong-kantong plastik berisi benih dimasukkan kedalam kardus.
  • Lama pengangkutan. Benih ikan patin dapat diangkut selama 10 jam dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98,67%. Jika jarak yang hendak ditempuh memerlukan waktu yang lama maka satu- satunya cara untuk menjamin agar ikan tersebut selamat adalah dengan mengurangi jumlah benih ikan di dalam setiap kantong plastik.
Berdasarkan penelitian terbukti bahwa benih patin masih aman diangkut selama 14 jam dengan kapadatan 300 ekor per liter.

Baca Seterusnya »»  

Usaha Warung Klontong

Membuka bisnis toko kelontong sangat cocok bagi Anda yang akan pensiun. Hanya saja, bidang usaha ini sudah digeluti oleh banyak orang sehingga banyak pula yang ragu untuk menekuni bisnis toko kelontong ini. Sebenarnya, yang menjadi kunci keberhasilan Anda dalam mengelola merupakan salah satu ciri khas tersendiri. Pelayanan yang baik merupakan salah satu ciri khas yang dapat membedakan toko kelontong Anda dengan pesaing Anda.

Langkah Memulai Usaha

Persiapan yang matang merupakan modal awal dalam memulai bisnis ini. Ada beberapa poin yang harus Anda perhatikan ketika memulai bisnis ini.

* Lokasi Bisnis
Usaha toko kelontong lebih cocok dilakukan di sekitar perumahan atau permukiman penduduk. Lihat kondisi daerah sekitar, apakah ramai atau tidak. Keuntungan membuka toko di rumah yaitu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar karena tidak adanya biaya sewa tempat dan keamanan lebih terjamin.

* Modal
Hal inilah yang harus Anda siapkan. Uang pensiun Anda adalah modal awal dalam membuka usaha ini. Oleh karenanya, skala usaha kelontong juga dipengaruhi uang pensiunan Anda.

Beberapa hal lagi yang harus dipersiapkan, diantaranya sebagai berikut:

  • Jika ingin membuka warung kelontong, sebaiknya diawali dengan memasang spanduk atau memasang banner di depan toko Anda.
  • Buatlah perbedaan antara toko Anda dengan toko milik pesaing. Hal ini sangat penting dilakukan agar para calon pembeli melihat nilai lebih dari warung Anda. Salah satu contoh tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membuat perbedaan itu adalah menyediakan pelayanan yang lebih baik terhadap konsumen.
  • Pelajari terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangan pesaing Anda. Kalau perlu, buat daftar sehingga memudahkan Anda mengingatnya. Setelah itu benahi toko kelontong Anda dan tonjolkan kelebihannya, sehingga lebih baik daripada toko lainnya.
  • Dalam menjalankan usaha toko kelontong, satu hal yang benar-benar harus diperhatikan adalah promosi. Jika berpromosi secara rutin, maka konsumen akan selalu ingat kepada toko, produk, dan jasa pelayanan toko Anda. Bila usaha Anda sedang 'seret', tetaplah berpromosi, tetapi usahakan mencari cara-cara promosi yang lebih efektif, efisien, dan mengenai sasaran yang tepat.


Hambatan

Faktor yang sering menghambat bisnis toko kelontong ini adalah adanya persaingan yang tidak sehat dari para pesaing. Lalu, bagaimana langkah Anda untuk mengatasi hal ini? Salah satu solusinya tetaplah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan Anda.

Manajemen Anda yang kurang baik sebagai pebisnis akan menyebabkan keruntuhan modal. Untuk mencegahnya, aturlah pemasukan dan pengeluaran Anda seteliti mungkin.

Strategi Bisnis

Strategi yang dapat Anda lakukan dalam menjalankan bisnis ini diantaranya sebagai berikut :

  • Barang yang dijual lebih lengkap dibanding pesaing. Selain itu, Anda dapat menjual barang dalam kemasan dan ukuran yang berbeda dengan pesaing.
  • Perhatikan masalah harga minimal sama, tetapi usahakan tidak lebih mahal dari pesaing. Namun, jangan juga terlalu murah agar tidak mematikan usaha pesaing. Perhatikan persaingan harga di antara berbagai toko sembako di sekitar lokasi toko Anda karena biasanya para pembeli, terutama ibu-ibu rumah tangga sangat sensitif terhadap selisih haga, baik besar maupun kecil.
  • Beri pelayanan yang baik, misalnya selalu ramah, senyum dan melayani pembeli dengan sabar, bila perlu Anda dapat mengantar barang ke rumah (delevery order).

Perkiraan Analisis Bisnis

Modal Awal :

Inventaris :
Etalase Rp. 3.500.000,00
Timbangan Rp. 500.000,00
Meja dan kursi Rp. 1.000.000,00 +
Jumlah Rp. 5.000.000,00

Inventaris mengalami penyusutan selama 4 tahun dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1.000,00.

Biaya penyusutan inventaris tersebut adalah sebesar Rp. 5.000.000,00 - Rp. 1.000,00 / 4 = Rp. 1.249.750,00 per tahun atau Rp. 104.146,00 per bulan.

Barang dagangan :
Pembelian barang dagangan Rp. 4.000.000,00

Perlengkapan :
Toples Rp. 200.000,00
Plastik Rp. 25.000,00
Kalkulator Rp. 50.000,00
Alat tulis Rp. 25.000,00 +
Jumlah Rp. 300.000,00 +
Jumlah modal awal : Rp. 4.300.000,00

Perhitungan laba / rugi per bulan

Pendapatan :
Rp. 200.000,00 x 30 hari Rp. 6.000.000,00

Harga pokok :
Barang dagangan Rp. 4.000.000,00 -
Laba / Rugi kotor Rp. 2.000.000,00

Biaya-biaya :
Biaya perlengkapan Rp. 300.000,00
Biaya listrik, air, telepon Rp. 150.000,00
Biaya transportasi Rp. 300.000,00
Biaya penyusutan Rp. 104.146,00
Biaya lain-lain Rp. 50.000,00 +
Jumlah biaya Rp. 904.146,00 -

Laba / Rugi bersih selama sebulan Rp. 1.095.854,00


Berarti dengan hitungan sederhana diatas, dengan modal Rp 4.300.000,- anda bisa dapat keuntungan 1jt per bulannya, tetapi tentunya hitungan ini harus disertai dengan pemilihan lokasi toko yang tepat, karena lokasi toko juga menjadi faktor utama keberhasilan usaha toko kelontong anda. 


 
Baca Seterusnya »»  

Budidaya Belut

Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.

Belut sebagai salah satu komoditas perikanan sebagian besar memang mengandalkan tangkapan alam. Namun semakin lama tentu jumlahnya semakin menipis. Maka untuk memenuhi permintaan pasar belut perlu diadakan budidaya belut secara intensif dan ekonomis. Bisnis budidaya belut bisa dilakukan sebagai usaha sampingan yang menawarkan keuntungan yang cukup menjanjikan karena selain sidat, belut juga dipasarkan eksport ke beberapa negara. Dalam menekuni bisnis budidaya belut banyak pemula yang belum mengetahui seluk beluk teknik budidaya belut, sehingga kurang memberikan hasil yang memuaskan.

Ada beberapa kendala dan kasus yang sering ditemui dalam melakukan budidaya belut. Diantara permasalahan tersebut misalnya belut tidak bisa besar, belut banyak yang mati dan lain-lain. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut perlu pengetahuan teknik budidaya belut yang cukup.
Kebutuhan Media Budidaya Belut

Media pemeliharaan untuk budidaya belut bisa berupa kolam semen, kolam terpal, atau bahkan drum bekas. Yang penting belut tidak lari keluar media. Ukuran kolam juga disesuaikan dengan ketersediaan lahan , dan tentunya ini berkaitan pula dengan jumlah bibit belut yang akan ditebar. Selain itu kolam untuk budidaya belut diupayakan menyerupai habitat aslinya.

Untuk membuat demikian , media pada kolam diisi dengan tanah sawah atau Lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos ( sekam/gabah padi yang sudah dibusukkan ), jerami padi, cincangan pisang, pupuk Urea, dan pupuk NPK, dengan perbandingan sebagai berikut :

  • Lapisan pertama paling bawahjerami padi setinggi 40 cm
  • Diatas jerami ditaburi secara merata pupuk Urea 5 Kg dan NPK 5 Kg
  • ( Untuk ukuran kolam 500 cm X 500 cm, apabila kolamnya lebih besar atau lebih kecil ukuran ini, perbandingan pupuk diatasdapat dijadikan patokannya )
  • Lapisan kedua tanah / Lumpur setinggi 5 cm
  • Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm lapisan keempat pupuk kompos setinggi5 cm
  • Lapisan keempat tanah / Lumpur setinggi 5 cm
  • Lumpur kelima cincangan batang pisang setinggi 10 cm
  • Lapisan Keenam tanah / Lumpur setinggi 15 cm
  • Lapisan ketujuh air setinggi 10 cm
  • Diatas air ditanami secara merat ecenfg gondok sampai menutupi ¾ permukaan kolam.

Setelah semua media pemeliharaan terisi dalam kolam, diamkan media pemeliharaan tersebut selama 2 ( Dua ) minggu agar seluruh media mengalami proses permentasi. Dan setelah 2 ( Dua ) minggu slesai poroses permentasinya maka benih / bibit belut dapat dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.
Pemilihan Bibit Belut

Untuk mengoptimalkan hasil panen dalam budidaya belut diperlukan teknik pemilihan bibit yang baik dan tepat, sehingga diperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih yang dipilih harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan,
  • Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
  • Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang
  • Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan
  • Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan

Belut mempunyai kelamin ganda (Hermaprodit) pada kehidupannya. Belut ini menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu berkelamin betina. Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan. Dan karena sifat – sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci.

Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri. Induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut yang baik, berikut diberikan cirri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina.
Makanan Belut

Secara alamiah belut memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air. Seperti serangga, siput, Cacing. Anak katak dan anak ikan. Jadi belut termasuk golongan karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain.

Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain Protozoa (Hewan bersel satu ), Mikrokrusasea (Udang-udangan renik), invertebrate mikroskopik ( hewan –hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil ). Sedangkan beluta yang mulai dewasa memakan larva-larva serangga, cacing siput, berudu kodok, dan benih-benih ikan yang masih lemah.

Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanannya. Untuk itu belut mnyergap mangsanya dengan menbuat lubang perangkap. Lubang ini dibuat denganmenggali Lumpur, baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang penyergap ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan. Bentuk lubang mula-mula tegak ke bawah, lalu membengkok dan mendatar.
Pemanenan Belut

Untuk memanen belut, diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. Wadah penampungan juga perlu disiapkan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan.

Belut siap dipanen untuk kebutuhan pasar lokal dari mulai penaburan benih minimal 3 bulan ( Sisitem dengan pembesaran ) dengan jumlah perkilonya sekitar 20 sampai 30 ekor. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar eksport dari mulai penaburan benih minimal 6 bulan ( sistem dengan pembesaran ) dengan jumlah perkilonya dibawah 7 ekor. Dan budidaya belut ini dapat dijadikan sebagai salah satu wirausaha.



Baca Seterusnya »»  

Peluang usaha beternak Ikan Lele

Ikan Lele (Clarias batracus) adalah golongan ikan bermisai (mempunyai kumis) dari Ordo ostariopkhysi, sub Ordo siluraidea. Ciri ikan subordo Siluroidea adalah kepala lebar bermisai panjang dan peka, terletak di sekeliling mulut. Misai berfungsi sebagai alat perasa dan peraba, serta biasanya dipakai sebagai alat pencari makanan di air yang keruh. Ikan lele mudah dikembangbiakkan karena bisa dipelihara di pekarangan, saluran pembuang rumahtangga, bahkan dibekas air limbah sekalipun. Begitu mudahnya memelihara ikan lele, sehingga penulis mengajak para hobiis ikan lele atau peternak pemula untuk beternak ikan lele yang baik dan benar. Semoga dengan adanya tulisan petunjuk praktis cara beternak ikan lele ini, akan bermanfaat dan memberi keuntungan yang besar bagi para peternak lele lokal.
Ciri-ciri Ikan Lele

Ikan lele atau juga disebut ikan kucing (karena mempunyai kumis) sebutan bagi orang Inggris. Bentuk ikan lele memanjang, kepala pipih kulit licin, warna keabu-abuan sampai hitam, putih, atau warna belang-belang. (campuran antara putih dan hitam). Pada bagian bawah perut berwarna keputihan, dengan misai (kumis) yang ada di bagian depan mulut, sebagai alat peraba pencari makan. (alat peraba yang berbentuk kumis, sangat peka terhadap benda-benda disekelilingnya).

Ikan lele bisa bernapas di dalam lumpur, karena ia mempunyai alat pernapasan tambahan terletak di bagian kepala. Ikan lele mempunyai sirip berjumlah lima jenis diantaranya, sirip punggung, sirip ekor, sirip dubur, sirip perut dan sirip dada.

Habitat Ikan Lele

Ikan lele yang hidup di indonesia banyak ditemui di sawah, sungai, kolam, empang, rawa-rawa dll. Ikan lele mudah beradaptasi pada lingkungan yang cukup keras. Air bekas limbah rumah tangga, air berlumpur. Air yang baik untuk hidup dan berkembang biak ikan lele adalah air yang mengalir. Air yang digunakan untuk ternak ikan lele dapat berasal dari air sumur, air ledeng , air hujan, air sungai dll. Hidup pada Ph 6,5-7,5 dan pada suhu 25-30 oC.

Penjodohan Ikan Lele

Ikan lele memerlukan suatu keserasian, dan ini penting kita ketahui karena jenis ikan ini di dalam pasangan hidupnya lain dari ikan lainya di dalam mencari pasangan hidupnya. Apabila hal tersebut tidak kita ketahui maka hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Misalnya induk betina tidak cocok dengan pasangannya maka sang betina akan berkelahi dengan pejantannya atau sebaliknya. Akibat tidak sejodohnya sang betina atau pejantan akan mengalami luka-luka yang cukup parah, bahkan bisa sampai mati. Dari kasus di atas bisa diambil hikmahnya dengan cara mengantisipasi sebagai berikut :
  1. Pasangan ikan lele yang akan dijodohkan ditaruh di dalam bak pembibitan lalu kita amati kedua pasangan ikan tersebut selama 1-1,5 jam. di dalam waktu kita mengamati apakah pasangan ikan lele tersebut berkelahi atau tidak, jika berkelahi segera kita pisahkan salah satu induknya.
  2. Jika pasangan indukan lele itu tenang–tenang saja di dalam bak pembibitan, selama 1-2 jam tidak terjadi perkelahian, tetapi berikutnya keadaanya malah sebaliknya. Segera pisahkan kembali atau ditukar dengan indukan yang lain.
  3. Apabila dalam waktu 1 minggu pasangan tsb akur-akur saja, itu menandakan penjodohan sudah terjadi.
  4. Untuk para peternak lele pemula, sebaiknya membeli bibit yang sudah sejodoh dan siap telur. (untuk lebih mempermudah pembibitan)

Pembuatan Kolam

Pembuatan kolam pembibitan ukuran kolam untuk pembibitan ikan lele yang ideal adalah, panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 0,40 m, dengan bagian dalam diplester halus. Plesteran halus in penting artinya, sebab bila permukaan bagian dalam kolam pelesteran kasar bisa melukai induk ikan lele. Di bagian tengah kolam pembibitan dibuat lubang sedalam 10 cm dengan diameter lebar 20 cm. Adapun fungsi dari lubang tersebut untuk berkumpulnya ikan lele bila air yang ada dikolam sedang dibersihkan (dikeringkan).

Selain lubang, kamar untuk indukan ikan lele juga harus dibuatkan dipojok (sudut) kolam yang terbuat dari tumpukan batu bata. Kamar untuk indukan ikan lele ini boleh dipasang dengan semen atau tidak. Jika tidak diberi semen tumpukan batu bata ini mudah untuk dibongkar pasang, dan dapat dipindahkan sesuai keinginan kita. Fungsi dari kamar adalah untuk induk betina bertelur. Kamar untuk indukan betina ikan lele diberi sabut kelapa yang dicucihamakan terlebih dahulu. Fungsi sabut kelapa adalah untuk induk ikan lele menempelkan telur-telurnya. Setelah pembuatan kamar untuk induk ikan lele sudah selesai jangan lupa bagian atas dari kamar harus ditutup. Untuk penutup bagian atas kamar boleh dari tumpukan genteng atau papan triplek. Kolam harus dinaungi berupa atap rumbia, genteng, plastik atau lainnya guna ikan lele terhindar dari terik matahari dan hujan. Dengan adanya penutup atap, bak pembibitan menjadi agak gelap, merupakan tempat yang nyaman bagi ikan lele.

Cara membuat kolam tembok semen di bawah permukaan tanah sebagai berikut:
  1. Siapkan lahan dan pastikan lokasi yang dipilih mudah dijangkau sumber air (air bisa dialirkan menggunakan selang).
  2. Bersihkan lahan dari pohon yang rimbun sehingga kolam mendapat sinar matahari secara langsung.
  3. Gali tanah di lokasi rencana kolam dengan panjang 7m, lebar 4m dan kedalaman +0,9m.
  4. Kemudian dibuat tembok di sekeliling kolam dan dihaluskan dengan semen.
  5. Bagian dasar kolam dihaluskan dengan adukan semen.
  6. Di bagian tengah kolam dibuat lubang dengan diameter lebar 50 cm dan kedalaman 20cm yang disiapkan untuk berkumpulnya lele pada saat air dikuras disaat membersihkan kolam.
  7. Setelah kolam kering baru dipersiapkan untuk pemeliharaan lele.

Bentuk kolam Pembibitan pada umumnya berbentuk panjang x lebar x tinggi, tetapi bentuk lainnya boleh saja, seperti bulat segitiga dll, terserah kepada keadaan tempat dan kemauan peternak.
Mendapatkan Bibit

Mendapatkan bibit yang baik sebaiknya induk lele berumur 10-12 bulan dan sudah siap bertelur. Tanda yang dapat dilihat pada bagian bawah perut ikan lele betina gendut, dan bila ditekan akan mengelurkan cairan lendir telur. Umumnya ikan lele jantan lebih kecil dari betinanya. Khusus untuk calon bibit indukan, sebaiknya pilihlah pejantan calon induk tubuhnya tidak terlalu kecil dari betinanya. Untuk membedakan antara induk betina dan pejantan adalah sbb;
  • Induk pejantan mempunyai alat kelamin berbentuk panjang meruncing
  • Induk betina mempunyai alat kelamin berbentuk bulat.
Jenis Bibit

Jenis bibit lele (calon indukan) banyak sekali jenisnya dipasaran, pilihannya tergantung selera atau kebutuhan kita. Misalnya clarias batrachus (dikenal dengan ikan kalang sebutan di Sumatera barat), Ikan keling (sebutan orang makasar), Ikan pinlet (kalimantan), Ikan lele (sebutan di jawa) dan banyak lagi istilah dan sebutan lain untuk clarias batrchus. Dalam memilih jenis-jenis ikan lele dan mencari bibit unggul, dengan mendatangi peternak atau balai-balai penelitian perikanan darat. Jenis ikan lele yang kita inginkan mudah didapat. Sedangkan penulis sendiri awal mendapatkan bibit lele, dari peternak daerah Ciganjur, Jakarta Selatan.

Pembuatan Sarang Telur Ikan Lele

Sarang sama artinya dengan kamar untuk bersalin. Kamar untuk bersalin harus bersih begitu pula halnya dengan sarang untuk berlur ikan lele. Jika sarangnya kurang besih, dikhawatirkan akan membawa penyakit yang akan berdampak kurang baik untuk pertumbuhan telur atau anak ikan lele. Sarang dibuat dari tumpukan 1/2batu bata yang disusun dan tidak diberi semen. Ukuran sarang/kamar ikan lele, panjang dua (2) bata x dua (2) bata x tinggi bak/kolam pembibitan. Kamar/sarang diberi pintu untuk keluar masuk ikan lele, serta diletakkan ijuk (bahan untuk sapu) setelah dicuci hamakan secukupnya. Ijuk berfungsi untuk meletakkan telur-telur ikan lele. Bagian atas kamar/sarang ikan lele ditutup dengan genteng/papan dll. Penutupan kamar/sarang lele bagian atas dimaksud untuk menghindari predator, seperti ayam, burung, kadal, dan juga memberikan ketenangan pada induk lele yang sedang bertelur.

Pemeliharaan Anak Ikan Lele

Setelah menetas anak-anak ikan perlu perhatian extra. Pada waktu berumur 1-3 hari anak ikan tidak perlu diberi makan dahulu, setelah umur 4 hari sampai umur 1 bulan anak ikan diberi pakan berupa kuning telur yang direbus. Kuning telur rebus diberikan pagi 1 butir dan sore 1butir. Caranya pemberian pakan anak ikan lele, yaitu ambil kuning telur yang direbus, lalu encerkan dengan air, berikan kepada anak-anak ikan lele dengan bantuan sendok makan. Umur anak lele 1-3 bulan pakan diberikan berupa cacing sutra.

Umur anak ikan lele sudah mencapai 3 bulan harus dipindahkan ke kolam pembesaran. Setelah masuk ke tingkat pembesaran pakan dirubah dari cacing sutra menjadi pelet, siput, rayap, telur rayap, ulat hongkong, ulat bambu, belatung, cacing tanah, jentik nyamuk dll.

Untuk pemberian pakan tambahan ikan lele dalam pembesaran bisa campuran nasi dengan ikan yang dihaluskan.

Penggantian Air Kolam Pembibitan

Air adalah sarana untuk hidup dan berkembang biak ikan pada umumnya termasuk ikan lele. Ikan lele hidup di habitatnya di alam seperti, di rawa-rawa atau sungai yang pada umumnya air mengalir, atau berganti dengan sendirinya. Jika dipelihara di kolam/bak untuk diternakkan, airpun harus sering diganti kecuali air kolam pembesaran ikan. Air yang ada di bak/kolam pasti mengalami perubahan sifat kimia. Sehubungan dengan hal tersebut, mungkin air yang ada di kolam pembibitan kita dalam tempo satu (1) bulan sudah tidak lagi layak untuk sarana kehidupan dan berkembang biak ikan lele, oleh karena itu air dalam bak/kolam harus diganti. Ikan lele memang dapat hidup seklipun pada kondisi air yang jelek, misalnya air di dalam septiteng (tempat air tinja). Menurut pengalaman penulis air yang diganti setiap satu (1) bulan sekali di bak/kolam pembibitan pengaruhnya terhadap induk lele cukup baik. Air yang sering diganti menjadikan ikan lele sehat dan jarang terkena penyakit. Bak/kolam harus dibersihkan dari lumut dengan cara menyikatnya.

Hasil yang baik tentu harus didukung dengan kualitas yang baik pula. Hasil panen ikan lele yang baik mutunya tergantung dari kualitas bibit serta jenis lele yang kita ternakkan, di samping pakan dan perawatan yang baik tentunya. Untuk itu perlu adanya penggantian induk ikan lele secara teratur dan berkelanjutan. Induk ikan lele (jantan dan betina) yang sudah bertelur sampai empat kali perlu diganti dengan induk lele yang baru. Jika induk lele (betina dan jantan) tidak diganti, hasilnya kurang baik (anak lele sedikit) dan juga anak ikan lele mudah terserang berbagai penyakit.

Pemindahan ikan lele dari satu tempat, ketempat lainnya membutuhkan suatu cara yang praktis. Misalnya jarak yang akan ditempuh cukup jauh (dari daerah Ciganjur, Jakarta selatan ke Tangerang, Jawa barat), sedangkan kita menginginkan bibit yang kita beli sampai ditempat tujuan dalam keadaan baik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memudahkan pemindahan dan pengangkutan ikan lele suatu tempat dengan aman sbb;

Pengemasan ikan lele :
  1. Pengangkutan induk/bibit ikan lele dengan cara membius, yaitu induk lele diberi obat penidur. Besar kecilnya dosis bius yang diberikan untuk tiap satu ekor bisa ditanyakan pada Dokter hewan. Dengan cara pembiusan ikan, akan mudah dan aman, sekalipun kita pegang.
  2. Pengangkutan induk/bibit ikan lele dengan menggunakan kantong plastik yang diberi oksigen. Cara ini dianggap paling mudah dan praktis. Siapkan kantong plastik tebal transparan, kemudian isi 1/3 kantong plastik dengan air, lalu masukan bibit/induk lele dan diberi oksigen, kemudian ikat dengan karet gelang rapat-rapat.
  3. Masukkan kantong plastik berisi ikan lele dalam kardus yang beralasan stereofoam. Tutup kardus dengan isolatip, ikan lele siap dikirim.

Jenis Hama dan Penanggulangannya

Setiap hewan mempunyai musuh alaminya, termasuk juga ikan lele. Beberapa musuh alami ikan lele adalah, ular, ayam, burung, kadal, kucing,tikus, kodok, cecak dll. Untuk menanggulangi dari musuh lele dapat dilakukan beberapa cara yaitu :
  • Memasang pagar pengaman pada tanah kita, yang akan kita buat kolam.
  • Bagian atas dari Sarang/kamar tempat berlur ikan lele kita tutup dengan genting atau papan triplek.
  • Kolam/bak pembibitan air harus diganti minimal satu minggu sekali, kolam/bak, dan kamar/sarang ikan lele harus dicuci bersih.
Penyakit Ikan Lele

Tanda awal mengenali ikan peliharaan kita terserang suatu penyakit bisa dilihat dari tingkah lakunya yang tidak wajar. Contoh, makanan sering tidak habis dimakan (biasanya untuk satu pasang induk ikan lele bisa menghabiskan lebih dari 10-16 cacing tanah dan untuk cacing sutra dua (2) ukuran bulatan bola pimpong. Gerakan ikan lele lamban, sering mengambang di permukaan air, sering menggosok-gosokkan tubuhnya di dasar kolam. Pada bagian bawah perut nampak bengkak dan mudah berdarah, insang menjadi rusak berwarna keputih-putihan. Kuman penyebab penyakit ikan lele ini dari jenis aeromonas dan pseudomonas. Untuk menyembuhkan penyakit ikan lele sbb;

Ikan lele terserang penyakit Tetracyline
  • Pengawasan terhadap ikan lele sebaiknya dilakukan setiap hari, agar lebih mudah dapat mengetahui sedini mungkin.
  • Ikan lele yang terserang penyakit, sebaiknya dipisahkan/dikarantinakan dari lele yang sehat.
  • Larutkan satu (1) butir tetracyline dengan segelas air panas. Kemudian air di bak/kolam pembibitan dibuang setengahnya. Masukan larutan tetracyline ke bak/kolam yang berisi ikan lele yang terserang penyakit sampai sembuh.
  • Ikan yang mati terkena penyakit, sebaiknya dibakar lalu dikubur, agar penyakit tidak menular.
  • Kolam bekas ikan lele yang terserang penyakit, sebaiknya dikeringkan lalu dicuci hamakan sampai bersih.
Segi Keunggulan Pemeliharaan Ikan Lele

Ikan lele lokal mudah dipelihara dan diternak karena tidak memerlukan suatu teknik yang sulit erta rumit. Untuk pemberian pakan ternak lele lokalpun mudah didapat misalnya, cacing tanah, kutu air, jentik nyamuk, bangkai ayam, rayap, bekicot, nasi bekas sisa makanan kita dll. Dengan bermodalkan seadanya beternak ikan lele bisa menghasilkan keuntungan cukup lumayan. Gentong/drum,bak plastik, bisa dijadikan sebagai tempat atau wadah untuk beternak lele.

Ikan lele juga relatif kuat terhadap penyakit dan tahan dari perubahan cuaca. Berat ikan lele lokal perkilogram, sekitar 3-4 ekor. Perawatan yang baik dan intensif akan menghasilkan kualitas yang baik pula. 



Baca Seterusnya »»  
Warta Loka | Seribu Satu Catatan Dalam Dunia Penuh Warna
© All Rights Reserved | Best View With Mozilla Firefox