Penyebab Darah Dalam Tubuh Manusia Berjamur

Jamur yang tumbuh dan berkembang biak di tubuh manusia biasanya banyak hidup di bagian tubuh yang lembab, seperti kulit, kaki atau alat kelamin. Namun, jika kondisi kesehatan terganggu jamur pun bisa tumbuh di dalam aliran darah.

Di tubuh manusia, jamur biasanya hidup dan berkembang di bagian-bagian yang hangat, lembab, gelap seperti kulit, kaki atau alat kelamin.

Jamur ini akan dilawan setiap hari oleh bakteri baik yang ada dalam tubuh manusia. Tapi bila kondisi kesehatan sedang terganggu, maka jamur dapat tumbuh ke seluruh sistem tubuh dengan melakukan perjalanan dalam aliran darah.
 
Berikut beberapa penyebab jamur dapat tumbuh dan berkembang di dalam darah:

1. Infeksi sinus
Infeksi sinus kronis adalah penyebab paling umum tumbuhnya jamur dalam darah. Sinus biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi jika antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri, jamur dapat mengambil alih dengan sangat cepat.

Selaput lendir yang hangat serta lingkungan yang lembab memungkinkan jamur untuk tumbuh. Para peneliti di Mayo Clinic menemukan jamur pada 96 persen orang dengan sinusitis kronis. Kondisi ini dapat diobati dengan obat anti-jamur atau prosedur pembedahan yang mana jamur harus dikorek keluar dari sinus.

Jika jamur di sinus menyebar ke darah akan menimbulkan gejala seperti demam, menggigil, shock, pembekuan darah, sakit kuning dan kesulitan bernafas.

Biasanya jamur ini adalah jenis Aspergillus yang dapat melakukan perjalanan dari sinus ke otak, hati dan ginjal. Penyebaran yang cepat biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

2. Pemakai Antibiotik
Jamur juga mudah menyerang pada orang-orang yang mengonsumsi antibiotik dalam waktu yang lama. Antibiotik memang membunuh bakteri, sayangnya obat ini juga membunuh bakteri baik dalam tubuh sehingga mengundang jamur untuk tumbuh dengan cepat.

Dalam kondisi ini, jamur biasanya sering berkembang di mulut dalam bentuk sariawan. Sariawan biasanya disebabkan oleh jamur yang disebut Candida, yang merupakan jamur yang agresif dan bersaing dengan bakteri baik untuk tumbuh di mulut Anda.

Jika terjadi Candida sistemik, maka akan timbul gejala seperti demam, shock yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dan denyut jantung meningkat, sulit bernapas, tekanan multi organ, ruam sistemik dan kulit mengelupas.

3. Diabetes
Penderita diabetes terutama dengan diet terbatas, lebih rentan terhadap jamur yang dapat menyebar ke dalam darah karena adanya kelebihan gula di dalam aliran darahnya. Berdasarkan laporan Quest Diagnostics, jamur tertentu dapat tumbuh di lingkungan glukosa dan mengurangi fungsi kekebalan tubuh.

4. Kanker
Penderita kanker dan menjalani kemoterapi akan meningkatkan risiko serbuan jamur sistemik. Kemoterapi didasarkan pada obat yang membunuh sel-sel kanker bersamaan dengan rusaknya sel-sel sehat. Ketika sel-sel sehat mati, sistem kekebalan tubuh akan terganggu karena terbunuhnya sel darah putih, yang merupakan pejuang infeksi dalam tubuh.

Seperti halnya sel-sel sehat dikurangi dengan kemo, jamur jahat juga dapat berkembang dengan sangat cepat. Jamur yang paling sering menyerang adalah Alternaria, Penicillium, Cladosporium, Aspergillus, Candida dan Fusarium.

5. AIDS
AIDS menyebabkan disfungsi sistem kekebalan tubuh yang menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Orang yang hidup dengan penyakit ini akan menjadi rumah yang nyaman bagi jamur, terutama di jaringan dan darahnya. Jamur yang menyerang orang dengan HIV/AIDS (ODHA) biasanya dapat menyancam jiwa.


Baca Seterusnya »»  

Alasan Pria Berdesir Menatap Wanita Hamil

Bagi para pria lajang, mungkin perempuan hamil akan tampak seperti ibu hamil pada umumnya: yang seluruh bagian tubuhnya membengkak, lalu berjalan tersaruk-saruk karena menahan beban berat di perutnya. Namun, bagi pria yang sudah menikah, perempuan hamil akan dinilai secara berbeda. Perempuan hamil justru jadi tampak seksi di mata mereka dan hal ini disebabkan adanya pengalaman khusus yang terjadi pada setiap pasangan.

Matt Damon, misalnya. Sang istri, Luciana, kini sedang mengandung anak ketiga, dan pengalaman ini sangat berarti buatnya. “Ia sudah hamil selama lebih dari setengah dari lima tahun terakhir, dan setengah yang lain untuk mengasuhnya. Jadi sudah pasti aku bertanya, berapa banyak yang bisa saya minta darinya," ujar pria 40 tahun ini. "Tetapi sekarang, aku miliknya seluruhnya. Ia tampak luar biasa dan ia bisa merawat dirinya dengan baik."

Pada pria lain, alasannya mungkin bisa berbeda. Berikut beberapa alasan yang membuat pria makin mencintai perempuan yang sedang hamil:

1. Alasan pertama sangat jelas dan masuk akal: bila yang hamil itu istrinya, pria akan memerhatikan segala perubahan fisik yang terjadi, dan hal itu terlihat seksi buatnya. Anda sedang mengandung anaknya, adakah yang lebih membanggakan daripada hal itu?

2. Banyak juga lho, pria yang kurang menyukai perempuan yang terlalu langsing, atau yang tubuhnya tidak menampakkan lekuk. Maka tubuh Anda yang lebih berisi tampak lebih segar dan sehat di matanya.

3. Kehidupan seks jadi seperti ketika pertama kali. Ingatkah Anda ketegangan yang Anda rasakan, atau ketidakpastian apa yang harus Anda lakukan ketika itu? Dengan hamil, Anda jadi punya alasan untuk mencoba hal-hal baru. Posisi seks tertentu, misalnya.

4. Pria sering gemas dengan perempuan yang sedang manja. Misalnya, ketika Anda meminta ia memijat kaki Anda yang pegal, atau mengelus-elus pinggang Anda yang nyeri karena menahan beban di kandungan. Sama kan, dengan ketika Anda sedang mengeluh perut Anda nyeri ketika haid? Ia tak akan tahan membiarkan Anda kesakitan seperti itu.

5. Tak seorang pun dari Anda yang mengkhawatirkan penggunaan alat kontrasepsi saat bercinta. Tidak perlu lagi menghitung masa subur di kalender, atau memasang kondom yang mungkin akan mengurangi kenikmatan si dia. Hal ini akan memberikan perasaan bebas dan menyenangkan.

6. Banyak yang mengatakan, perempuan yang sedang mengandung bayi perempuan biasanya akan tampil lebih rapi dan cantik. Hal ini mungkin hanya mitos, tetapi memang ada sebagian perempuan yang tampak glowing ketika sedang hamil. Anda menjadi begitu cantik di mata suami.

7. Saat hamil, Anda mengalami berbagai perubahan fisik. Namun, hal ini ternyata membuat kulit Anda jadi lembut dan kenyal. Mengapa? Karena Anda rajin mengenakan losion untuk mencegah stretch marks di perut dan paha Anda. Hmmmm... jangan dikira suami tak memerhatikannya.

8. Keteguhan Anda untuk menjalani prosedur apa saja untuk membuat diri Anda hamil, kerelaan Anda untuk menyingkirkan makanan yang Anda sukai demi kesehatan di bayi, dan kepercayaan diri Anda yang meningkat setelah berhasil melalui trimester pertama dengan gemilang, adalah tindakan yang sangat berani. Hal ini membuat suami makin mencintai Anda.


Baca Seterusnya »»  

Yang Menyebabkan Gigi Berlubang

Sejak masih kecil Anda tentu telah diajarkan untuk menggosok gigi sedikitnya dua kali sehari. Setelah dewasa, kebiasaan ini masih harus ditambah dengan flossing. Sayangnya, tidak semua orang melakukan apa yang disarankan oleh dokter ini. Padahal kalau Anda sudah gosok gigi dan flossing pun, masih ada kebiasaan lain yang memengaruhi kesehatan gigi.
Menurut Annalisa Somers, dokter gigi yang berpraktik di Austin, Texas, kebanyakan orang bahkan tidak sadar bahwa kebiasaan yang mereka lakukan itu bisa menciderai gigi. Adakah satu dari lima kebiasaan ini yang sering Anda lakukan?

Makan terlalu lambat, atau terlalu sering
Anda memang harus mengunyah makanan dengan seksama, agar makanan lebih mudah dicerna dan Anda cenderung tidak makan terlalu banyak. Tetapi, sebaiknya perhatikan juga frekuensi Anda makan, karena hal ini bisa memengaruhi kesehatan gigi Anda. Setelah makan, plak pada gigi akan melepaskan asam yang menyerang gigi, sehingga bila Anda terus saja ngemil sepanjang hari, serangan asam itu akan terjadi lagi. Akibatnya, gigi Anda bisa berlubang.

"Misalnya Anda punya sekantong permen atau cokelat. Anda memakan satu sekarang, satu dalam 30 menit berikutnya, satu dalam satu jam. Ini akan lebih memperburuk gigi Anda daripada jika Anda duduk dan makan sekantong penuh dalam sekali makan," kata Somers.

Hal yang sama terjadi jika Anda makan terlalu lama. Gigi Anda akan dibombardir dengan partikel makanan, sedangkan mulut Anda tidak punya kesempatan untuk melawan bakteri.

Menggeretakkan gigi
"Banyak perempuan yang menggeretakkan gigi, dan mereka tidak sadar telah melakukannya, karena itu terjadi saat mereka tidur," papar Somers.

Mengetuk-ngetukkan gigi Anda ketika sedang stres juga bisa menyebabkan kerusakan. Menurut Somers, menggeretakkan dan mengetukkan gigi bisa membuat gigi aus secara prematur, atau kemungkinan lain gigi bakal cuil. Kalau Anda sering merasa pusing, atau rahang terasa sakit, itulah tanda-tanda bahwa gigi Anda bermasalah.

Tidak memeriksakan gigi ke dokter, terutama ketika ingin hamil
American Dental Association menyarankan agar kita rutin memeriksakan gigi kita dua kali setahun. Bila Anda tidak mengontrol gigi ke dokter, gigi akan tumbuh plak, sementara masalah kecil bisa berubah jadi besar. Salah satu waktu terpenting untuk mengunjungi dokter gigi adalah ketika Anda sedang membuat program hamil. Waspada dengan kondisi seperti gingivitis (radang gusi) yang akan menyerang ketika Anda hamil.

Membiarkan mulut jadi kering
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik, antihistamin, decongestant, dan pereda nyeri, bisa menyebabkan mulut kering. Semakin banyak Anda mengonsumsi obat-obatan ini, semakin kering mulut Anda. Padahal, jika tidak ada cukup air liur untuk membasahi mulut dan menetralisasi asam, gigi Anda akan cenderung berlubang.

Hal lain yang bikin mulut kering adalah sindrom Sjogren, penyakit autoimun yang memengaruhi 4 juta orang di dunia (90 persen di antaranya perempuan, dan pasien asma yang menggunakan inhaler). Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan mulut kering atau mengidap Sindrom Sjogren, risiko gigi rusak akan meningkat. Gosoklah gigi lebih sering, hindari makanan manis, dan minum banyak air putih.

Menyeruput minuman bersoda
Pada dasarnya, minuman bersoda adalah permen dalam bentuk cair. Kandungan gula dan asamnya bisa menyebabkan erosi dan gigi berlubang. Menurut Somers, boleh-boleh saja sih minum minuman bersoda sesekali. Namun perhatikan dulu cara minumnya.

Untuk mencegah kerusakan gigi akibat soda, jangan menyesapnya sepanjang hari. Minumlah dalam sekali minum sampai habis, atau bersamaan dengan waktu makan. "Menyeruput soda itu seperti memandikan gigi Anda dengan gula sepanjang hari," katanya.

Cara lain untuk minum soda (atau minuman yang mengandung gula lainnya) adalah dengan sedotan, sehingga gigi Anda tidak terekspos soda.


Baca Seterusnya »»  
Warta Loka | Seribu Satu Catatan Dalam Dunia Penuh Warna
© All Rights Reserved | Best View With Mozilla Firefox